TRAFFIC
TEORI RAKYAT MISKIN (BAGIAN 2)

KEMISKINAN SEBUAH PRODUK
Penulis : M SAHLAN/ADminblog
"untuk membaca tulisan ini, mohon melepaskan segala titel yang anda punya, karena 100% tulisan ini mungkin menyimpang dari tulisan pada umumnya yang bersifat ilmiah, namun tulisan ini akan lebih dimegerti oleh kalangan miskin sekelas pemulung yang mungkin saja tidak tamat SD namun bisa membaca, jadi untuk membacanya : JADILAH ORANG MISKIN untuk sementara waktu"
Kalimat atau slogan atau apalah istilahnya hanyalah terdiri dari kata KE+MISKIN+AN, KE adalah orangnya, MISKIN adalah sifatnya AN adalah sebuah tujuan membentuk produk, dan seorang profesor doktor bahkan ahli ekonomi sekalipun akan membantah jika rakyat mengartikan kemiskinan adalah orang yang membuat orang lain miskin sebgai sebuah produk untuk dimanfaatkan sebagai sebuah komoditas menuju kekuasaan, tapi itulah fakta yang tidak bisa dibantah bahwa kemiskinan memang menjadi daya tarik sendiri bagi orang orang kaya (baca : Borjuis) untuk memanfaatkan kalimat tersebut sebagai usaha menarik perhatian rakyat dengan menciptakan pola produksinya menjadi nilai jual yang tinggi untuk sebuah kampanye politik : MENGENTASKAN KEMISKINAN..!!
Rakyat yang sejatinya tidak peduli dengan sloganpun dapat menerima dengan "senang hati" bahwa ketika kemiskinan tersebut berbentuk nyata berupa uang dan sembako, rakyatpun dengan mudah menerima dan menyatakan bahwa inilah bentuk kepedulian dan wajib didukung sepenuhnya. Dan ketika dukungan dukungan itu berbentuk pilihan dalam sebuah apa yang dinamakan pesta rakyat (baca: Pemilu) dapat ditebak hasilnya : Rakyat telah memilih PENGUASA BARU borjuis baru tanpa mengetahui kebusukan-kebusukan dari sebuah produk yang dianggap baik oleh rakyat.
Ketika penguasa tampil, disinilah berlaku sebuah sistem, kata pengentasan kemiskinan berubah menjadi istilah yang sulit diterima akal Rakyat disuruh berhemat : hemat energi, hemat air, bahkan dengan busuknya rakyat disuruh mengencangkan ikat pinggang.! Kata hemat adalah SEBUH PENGHINAAN bagi rakyat miskin, karena rakyat tidak bis berkompromi dengan kebutuhanny, sementara disisi lain penguasa melalui tangan-tangan borjuisnya menciptakan sebuah produk yang melilit leher rakyat.
Para pemilik modal dengan kekuasaannya berkomplot dengan elit penguasa menciptakan produk yang bernama Undang-undang sehingga lahirlah sistem TANAM PAKSA yang dihaluskan menjadi sistem kerja kontrak lalu muncullah borjuis borjuis kecil lintah darat ramai-ramai menanamkan jasa kepada rakyat dengan mendirikan agen-agen OUTSOURCHING, mempercundangi rakyat dengan ilusi-ilusi sebagai usaha mudah mencari kerja dn praktis, namun dibalik itu tak lebih dari PEMERASAN hak-hak rakyat, dan anehnya rakyat banyak yang diam saja menerima ini semua karena takut akan terjadi pemecatan akibat pemberontakan yang akan dilakukan, sebuah sistem yang benar benar KEJI DAN BUSUK.!!
Jika kemiskina rakyt kota lebih banyak diam tnpa melakukan perlawanan terhadap sistem, justru didaerah pedesaan, para petani dengan jiwa kemiskinnnya mampu melakukan gerakn-gerkan rakyat dalam melakukan perebutan kembali tanah-tanah mereka dari PERAMPOKAN para elit borjuis. Lgi-lagi ini hanya sebuah produk borjuis dalam menciptakan apa yang namanya undang undang TANAM PAKSA yang dihaluskan lgi dengan istilah Penanaman Modal asing (PMA) atau investor atau apalah namanya yang tidak dimengerti oleh petani yang hanya tahu mencangkul tanah disawah mereka, akibatnya para petani merasa asing ditanah air mereka sendiri, tanah hasil keringat nenek moyang mereka sendiri kini jadi lahan peruntungan bagi para pemilik modal dengan berbagai dalih hanya bermodalkan selembar kertas .! ya harus tunduk dengan yang namanya kertas yang hanya ditandai dengan cap jempol jari mereka.!! tanpa perlu tahu maksud dan kelicikan dibalik kertas tersebut.
Maka jika hampir seluruh media mengabarkan adanya aksi petani yang berakhir bentrok dengan aparat itulah yang dinamakan PEMBERONTAKAN PETANI, bukan berontak untuk mengambil alih kekuasaan karena mereka tidak butuh kekuasaan, tapi mereka berontak terhadap sistem yang mereka sendiri tidak mengerti sistem itu apa, mereka hanya tahu bahwa TANAH MEREKA TELAH DIRAMPOK...itu saja..!
TEORI RAKYAT MISKIN (1)

Penulis : M Sahlan/Adminblog
"jika anda membaca tulisan berkelanjutan ini, lepaskan semua titel yang melekat pada diri anda karena tulisan ini mungkin banyak menyimpang dari pengertian umum, namun orang orang sekelas pemulung yang tidak tamat SD pun pasti bisa mengerti maksudnya"
NEGARA DAN PEMERINTAHAN
Negara terdiri dari kata ne+ga+ra, bagi rakyat negara tidak mempunyai arti yang perlu dikaji, negara ya negara tempat dimana rakyat berkumpul, bermasyarakat, berkembang biak, memenuhi kebutuhan, sampai munculnya sebuah kesadaran untuk menuju sebuah kekuasaan dan terbentuklah negara dengan sisitem pemerintahan yang mestinya pemerintahan tersebut dari dan untuk rakyat. Tetapi pada kenyataannya pemerintahan yang dulunya dibentuk oleh rakyat kini menjelma menjadi penguasa.
Penguasa hanyalah simbol untuk penyebutan sebuah pemerintahan dari rakyat kemudian berubh menjadi kekuasaan untuk menindas, disini rakyat berpikir : " bukankah mereka itu sama dengan kita? sama sama rakyat.? hanya bedanya mereka yang pegang kendali, toh dulunya mereka juga sama sama menjadi rakyat.? dan hanya karena sebuah sistem mereka mengemis-ngemis meminta dukungan rakyat setelah itu terpenuhi dengan sombongnya titel rakyat dibunagn dan diganti dengan penguasa.
Pemerintahan berarti PE+MERINTA+AN, Pe adalah orangnya, merintah adalah sifatnya, An adalah tujuannya, jadi pemerintah adalah orang yang memerintah untuk mencapai tujuannya. Sederhana memang dan tidak perlu dikaji ulang oleh orang orang yang bergelar profesor doktor, kaluapun secara ilmiah pengertian ini salah namun secara logika rakyat lebih mengetahui makna sebenarnya karena mereka yang diperintah. Setidaknya ini pengertian yang masuk akal dan diterima oleh rakyat miskin.
Walaupun mereka diundang dalam sebuah seminar untuk mengkaji masalah ini, hanya buang waktu karena tetap saja mereka tidak mengerti dengan istilah akademistisme, ilmiahisme dan segala tetek bengeknya sampe tetek teteknya. Mereka tidak mengerti sistem apalagi ideologi itu kerjaan orang-orang atas (pemerintah.red).
Mereka hanya bisa bertanya : " kenepa kok setiap minyak naik, barang-barangpun ikut naik? kenapa kok orang orang atas bikin peraturan menaikkan harga minyak? katanya dikasi subsidi...lha wong kita aja gak tau subsisdi itu apa..? ..dll" Jadi pemerintahan bagi rakyat adalah tempat berkumpulnya orang orang yang mengerti akan kebutuhan mereka bukan untuk mengeluarkan pernyataan pernyataan yang sulit dimengerti oleh rakyat. Bisa saja rakyat yang tidak mengerti mengangguk angguk tanda setuju karena mungkin maksud mereka pemerintah berniat baik dan rakyat bisa menerima dan INILAH KELEMAHAN RAKYAT MISKIN : BERSERAH DIRI UNTUK DIPERCUNBDANGI OLEH KEKUASAAN YANG BERNAMA PEMERINTAH HASIL DARI SEBUAH SISTEM ATAS NAMA RAKYAT