Latest News
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

SERUAN PONTIANAK MENUAI KONTROVERSI

Posted by Qbenk Manusia Pribumi on Sabtu, 03 Oktober 2009 , under | komentar (2)




lagi lagi sebuah iklan perdamaian Pontianak <28/9/09>menuai kontroversi, petisi yang digawangi sekitar 70an tokoh yang mengklaim mewakili beberapa etnis, tokoh agama, aktivis dan lain-lain ini menurut beberapa masyarakat justru tidak efektif bahkan membangun kembali luka lama yang seharusnya saat ini telah hilang dan kembali kita bangun kebersamaan antar etnis.


Ketika fakta membaca isi dari seruan tersebut, sebenarnya wajar jika ada sebagain saudara kita dari etnis dayak atau melayu keberatan karena isi dari seruan tersebut hanya terfokus mengupas korban pembantaian dari pihak Tionghoa, dan madura, tanpa membahas akar dari permasalahan konflik etnis tersebut .

yang lebih bijaksana ialah seharusnya iklan tersebut tidak perlu ditayangkan di media masa, cukuplah kiranya menjadi sebuah diskusi antar tokok semua etnis dan membahas secara profesional, ditelaah secara akademis, beru kemudian hasilnya diterjemahkan kepada masyarakat, semoga peristiwa yang cukup menghebohkan warga ini dapat terselesaikan dengan arif.

LAMPIRAN ISI SERUAN PONTIANAK

"seruan Pontianak" :
Kami prihatin dengan ketegangan belakangan ini, antara beberapa warga Kalimantan Barat. Sengketa kecil antar perseorangan, dari soal mobil tergores, parkir motor, sekaleng cat hingga pembelaan perempuan, berujung perkelahian besar.

Kami sadar Kalimantan Barat adalah kawasan rawan kekerasan. Perubahan sosial besar-besaran, sejak penyerahan kedaulatan dari Kerajaan Belanda kepada Republik Indonesia, lantas pengalaman 1950an serta masa Orde Baru, menciptakan banyak perubahan di Borneo. Kesultanan-kesultanan dipinggirkan. Batas-batas berubah. Hutan gundul. Lingkungan hidup rusak. Komposisi populasi berubah. Pemilihan umum sekarang dilakukan langsung.

Akar kekerasan di Kalimantan Barat adalah pembantaian kurang lebih 3,000 orang Tionghoa pada 1967. Kekerasan berbuah kekerasan. Pada 1997, sekitar 600 warga Indonesia etnik Madura dibunuh di Sanggau Ledo. Pada 1999, setidaknya 3,000 khususnya orang Madura dibantai dan 120,000 melarikan diri dari Sambas. Penderitaan mereka tentu jadi ingatan pahit kita semua. Kekerasan ini membuat masyarakat luas dirugikan. Kami punya kesan negara Indonesia membiarkan akar kekerasan merasuk semakin dalam.

Kelemahan penegakan hukum, policy pemerintahan yang kurang bermutu serta ketiadaan upaya mencari kebenaran dan keadilan, membuat kekerasan berakar makin dalam di kawasan ini. Akibatnya, banyak warga Kalimantan Barat menekankan simbol-simbol etnik, adat dan budaya secara tidak proporsional: Dayak, Jawa, Madura, Melayu, Tionghoa dan sebagainya. Bila ada persoalan kriminal biasa, orang menggesernya jadi persoalan kelompok etnik atau agama.

Namun kami ingat bahwa fitrah manusia adalah berbeda-beda dan beragam-ragam. Perbedaan bukan alasan melakukan kekerasan. Keragaman bukan alasan saling bermusuhan. Sejarah Kalimantan Barat juga mencerminkan kebersamaan, misalnya, kawin campur dan toleransi antar-agama. Manusia bagaimana pun berkembang sesuai fitrahnya. Memiliki organisasi etnik dan agama, juga bukan kejahatan, namun ia perlu dijalani dalam suatu masyarakat hukum.

Oleh karena itu, kami menyerukan warga Kalimantan Barat untuk belajar menyelesaikan perbedaan pendapat lewat cara-cara damai. Gunakan jalur hukum. Manfaatkan lembaga kepolisian, kejaksaan dan pengadilan.

Kami juga menyerukan kepada para polisi, jaksa dan hakim untuk bekerja keras, tidak berat sebelah dan bertindak sejujur-jujurnya dalam menegakkan hukum. Kami sadar hukum bukan panglima di negara Indonesia. Kami sadar korupsi mengakar bersama dengan kekerasan. Namun kita perlu memanfaatkan ruang-ruang hukum yang ada, sesempit apapun, untuk memperkuat prinsip negara hukum.

Kami minta Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Kalimantan Barat melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia dalam pembunuhan dan pengusiran orang Tionghoa tahun 1967 maupun orang Madura pada 1997 dan 1999. Kami minta pemerintah membentuk komisi independen untuk mencari para korban, merekam kesaksian mereka serta menyelidiki orang-orang, yang dianggap bertanggungjawab terhadap kekerasan-kekerasan tersebut, serta menyelesaikannya lewat pengadilan.

Kami percaya selama orang belum bisa belajar dari masa lalu, orang-orang yang dulu melakukan pembunuhan, juga takkan takut untuk bikin pengerahan lewat etnik, budaya atau agama, dan melakukan kekerasan lagi. Selama kebenaran dan keadilan tidak ditegakkan, selama itu pula kita tidak mengerti bagaimana hidup damai dalam persaudaraan yang tulus.

Abdullah HS
Agustinus
Ahmad Shiddiq
Alexander Mering
Amrin Zuraidi Rawansyah
Andi Fachrizal
Andi Nuradi
Andika Lay
Andreas Harsono
Ansela Sarating
Aseanty Widaningsih Pahlevi
Aswandi
Aulia Marti
Bas Andreas
Basilius Triharyanto
Benny Susetyo Pr
Bong Su Mian
Budi Miank
Budi Rahman
Chairil Effendy
Charles Wiriawan
Deman Huri Gustira
Dewi Ari Purnamawati
Dian Lestari
Dwi Syafriyanti
Faisal Riza
Fitriani
Frans Tshai
Gerry van Klinken
Gusti Suryansyah
Gustiar
Hairul Mikrad
Haitami Salim
Hamka Siregar
Hendrikus Christianus
Heriyanto Sagiya
Hermayani Putera
Ilyas Bujang
Indah Lie
Johanes Robini Marianto OP
K. Husnan KH Nuralam
Koesnan Hoesie
Kristianus Atok
Laili Khairnur
Marselina Maryani Soeryamassoeka
Max Yusuf Alqadrie
Mohammad
Nur Iskandar
Nuralam
Pabali Musa
Padmi Tjandramidi
Pahrian Siregar
Paulus Florus
Pay Jarot Sujarwo
Ridwan
Rizal Adriyanshah
Rizawati
Rizky Wahyuni
Rohana
Sapariah Saturi Harsono
Sarumli Sanah
Severianus Endi
Siti Lutfiyah
Stefanus Akim
Subardi
Subro
Supriadi
Syamsudin
Tan Tjun Hwa
Tanto Yakobus
Viryan Azis
W. Suwito
Wendi Jayanto
Yohanes Supriyadi
Yulianus
Yusriadi
Zeng Wei Jian

JENUH ITU DATANG JUGA

Posted by Qbenk Manusia Pribumi on Senin, 28 September 2009 , under | komentar (3)




Setelah sekian bulan menjelajah di Facebook, akhirnya rasa jenuh itu datang juga, awalnya aku kurang suka dengan Fb namun setelah ku coba asyik juga karena ternyata gak ngejelimet kayak blog, namun terasa ada yang sangat kurang di Fb, yaitu masalah layout yang ternyata hanya bisa dimiliki (diubah) hanya orang-orang yang punya jaringan internet sendiri/pribadi dan itupun mesti mendownload semacam sofware khusus Fb via mozila, apesnya yang lain liatnya sama saja Bitu-putih, padahal yang punya layoutnya merasa yang paling bagus..kesannya seperti maen petak umpet hehe.



Tapi biarpun begitu aku salut ma Fb, bayangkan kalo dinegara lain Fb masih menduduki peringkat buncit atau paling tidak urutan 3 atau 4, diindonesia sungguh mencengangkan, Fb menduduki peringkat pertama terbanyak digunakan oleh para user wow..hebat juga, namun lagi lagi rasa jenuh itu datang juga, entahlah akhir-akhirt ini aku bingung mau nulis apa, apakah cuma sekedar : " hay apa kabar"..atau " lagi mau apa ne"..dll?, mau nulis di menu catatanpun malah bingung mau nulis apa, hampir seluruh catatanku bukan tulisan asliku sendiri tetapi malah minjam punya kawan2 blogger.

Lantas mau edit tutorial Fb, malah tambah bingung lagi..apa yang mau di utak atik? wong sidebar menunya cuma yang disebelah kiri doang itupun waktu terisi aplikasi Fb langsung masuk otomatis gak bisa diedt, sehingga link yang akan kita sembunyikan gak bisa diedit, namun bagaimanapun aku tetap salut ma anak2anak Fb, mereka ceria banget.. yah akhirnya aku harus pulang juga ke kampung blogger ini buat tumpahin semua isi kepalaku yang berbau sosial, politik dan lain lain yang gak bisa aku tumpahkan di Fb....Keep fight Blogger

PILPRES SATU PUTARAN

Posted by Qbenk Manusia Pribumi on Rabu, 08 Juli 2009 , under | komentar (1)




Terlepas dari segala permasalahan politik dan kisruh DPT serta ideologi politik baik pada masa kampanye maupun masa tenang, maka saya atas nama pribadi mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Bapak Susilo Bambang Yudoyono dan Bapak Boediono sebagai Presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2009 - 2014 dengan kemenangan mutlak yang mana sampai tulisan ini ditulis, pasangan SBY meraih 60% suara dengan metode quick count.


Metode ini prediksi saya tidak akan berbeda jauh dengan hasil manual KPU yang baru kan diumumkan minggu mendatang, buat rekan-rekan yang memilih pasangan JK maupun Mega mari kita terima hasil ini dengan rasa kebersamaan, demi terciptanya suasana yang kondusif, dengan hasil yang sangat gemilang dari SBY ini menunjukkan bahwa rakyat masih percaya dan yakin dengan sistem yang dijalankan oleh pemerintahan beliau dan itu tidak bisa dibantah oleh siapapun serta wajib kita hormati pilihan rakyat.

Semoga Lima tahun kedepan indonesia mampu keluar dari berbagai krisis yang melanda, sekali lagi saya blogger kiri republik mengucapkan slamat atas kemenagan Pasangan SBY juga selmat kepada rekan-rekan pendukung SBY...LANJUTKAN !!


ANTARA NGEBLOG DAN NARKOBA

Posted by Qbenk Manusia Pribumi on Sabtu, 16 Mei 2009 , under | komentar (1)



Secara umum ngeblog tidak ada hubungannya sama sekali dengan Narkoba, seorang blogger bisa saja pecandu, pengedar bahkan Bandar narkoba, namun demikian blog dapat digunakan oleh seseorang untuk berbagai kepentingan sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan.

Sejauh mana pengguna blog dapat mengkampanyekan dirinya bukan seorang pemakai narkoba, sangat sulit dibuktikan karena masyrakat pada umumnya (bahkan yang pintar sekalipun) beranggapan narkoba hanya sebatas heroin, morfin, inex, shabu dan sejenisnya, sedangkan minuman keras tidak mereka anggap sebagai bagian dari narkoba, padahal minuman keras termasuk jenis bahan adiktif yang tergolong unsur narkoba sesuai dengan surat edaran Bandan Narkotika Nasional (BNN) No SE/03/IV/2002 dan keppres No 3 Tahun 1997 tentang minuman beralkohol.


Seluruh blogger hampir bisa dipastikan anti narkoba, namun apakah kita semua anti terhadap minuman keras ? untuk menjawab ini tidak mudah, karena seorang blogger tentu terdiri dari berbagai kalangan etnis dan budaya yang tidak semuanya melarang minuman keras, bahkan mungkin sudah menjadi tradisi dan ini perlu sikap yang bijaksana dari pemerinyah agar hal ini tidak berbenturan satu dengan yang lain

Dalam buku seri 2B : Mengenal Penyalahgunaan Narkoba terbitan BNN Tahun 2007 modul 1 hal 18 disebutkan bahwa konferensi Pemuka agama anti narkoba mengeluarkan keputusan bahwa setiap orang yang berindikasi pengguna dan pengedar narkoba dapat diindikasikan sebagai orang yang anti tuhan, sepintas keputusan ini sangat membantu pemerintah dalan upaya menanggulangi permasalahan narkoba, namun disisi lain, minuman keras yang termasuk unsur bahan adiktif sebagai salah satu unsur narkoba menjadi dilema tersendiri karena sudah tentu akan banyak bersinggungan masyarakat yang masih mempertahankan adat istiadatnya terutama masyarakat di pedalaman diseluruh Indonesia.

Tapi apapun permasalahannya, narkoba tetap menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kita semua, bahkan pada tanggal 12 mei 2000 president RI menyatakan bahwa Narkoba sudah menjadi Bencana Nasional. Jadi sudah sepantasnya kita membantu pemerintah untuk ikut serta mengantisipasi sedini mungkin agar terhindar dari penyalahgunaan Narkoba dengan berbagai kreativitas sesuai dengan kemampuan masing-masing termasuk lewat jaringan Internet…So ngeblog gak pake narkoba ??...kita semua pasti bisaa…!! Tapi diluar itu…??!! Tanyakan pada diri anda masing-masing..!!

Penulis :
M SAHLAN
Admin Blog Fakta
Mantan Pengguna Narkoba dari tahun 1994-2004 jenis
- Alkohol / Aktif
- Cimeng / Pasif, sebagai selingan
- Pil Nipam /Pasif sebagai selingan
- Shabu / Pasif sebagai selingan
Berhasil berhenti atas kemauan sendiri dengan terapi pribadi tanpa bantuan pihak lain
Ingin bergabung dan membantu Militansi Fakta Untuk Bangsa ? Silahkan..kami terima dengan tangan terbuka