TRAFFIC
PENANGANAN YANG LAMBAN

Penanganan narkoba mungkin terkesan lamban bagi sebagian orang, hal ini wajar mengingat system yang kita pakai adalah system yang dibuat oleh orang-orang lama dalam percaturan politik diindonesia. Kalau orangnya bagus maka sistemnya akan bagus, begitu juga dengan orang yang mengikutinya dan hasilnyapun akan bagus, demikian pula sebaliknya, jika yang membuat system orangnya jelek maka sistemnya akan jelek pula dan orang yang mengikuti system tersebut akan jelek seluruhnya.
Sebagai contoh, pada masa orde baru, Alm Suharto membuat suatu system yang harus diikuti oleh semua orang, kemudian system tersebut dibahas kemudian disahkan dan diikuti oleh pengikutnya, hasilnya, secara umum dimata rakyat pemerintahan Suharto sangat baik namun secara politik menyimpan dendam kesumat dari lawan-lawannya.
Sistem suharto terus berlanjut sehingga para pengikutnya menggunakan kekuasaan untuk meraih kekayaan dengan cara apapun termasuk korupsi.
Pada tahun 1998 Suharto lengser atas desakan kaum yang katanya reformis, kemudian system berganti menjadi lebih terbuka dan katanya lebih demokrasi, kemudian mereka menyusun system yang menurut mereka lebih baik dari zaman suharto yang meski beliau telah wafat tetap saja ada sebagian orang yang masih mencaci maki. Sayangnya mereka tidak sadar atau pura-pura tidak tahu bahwa system yang mereka susun masih terdapat orang-orang lama yang dulunya berlindung dibalik suharto, hasilnya secara politik dan hukum masih amburadul bahkan secara ekonomi lebih kacau lagi, rakyat harus antri minyak tanah hingga ratusan meter, wajar jika rakyat bilang zaman suharto lebih baik dari zaman ini karena yang mereka pikirkan adalah perut sedangkan pejabatnya malah korup.
Dulu kata rakyat, jaman suharto gak ada yang namanya raskin karena beras murah sekarang sejak adanya raskin yang miskin malah kebagian karungnya yang kaya kebagian berasnya. Wajar jika rakyat merasa dikhianati oleh system, belum lagi masalah hukum, yang korupsi bak artis disorot layaknya pahlawan bangsa yang berhasil menguras tenaga rakyat. Belum lagi yang artis beneran yang terkena kasus narkoba, petantang petenteng ngumbar senyum didepan aparat dan sejumlah wartawan seolah-olah mereka orang yang terzalimi dan minta perhatian public dengan menangis tersedu-sedu, yah namanya juga Republik Sinetron !!
itulah sebagian kecil contoh kenapa kita selalu saja lamban dalam mengatasi setiap permasalahan termasuk penanganan Narkoba ini, lantas siapa yang mau disalahkan ? tidak perlu saling menyalahkan tidak perlu saling menjatuhkan dan menghujat, yang perlu kita ubah adalah bagaiamana Negara ini menjadi republik beneran dan bukan republik sinetron yang semuanya Cuma khayalan dan acting belaka.
MARHABAN YA RAMADHAN
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah: 185)
Segenap Anggota FAKTA menghaturkan Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan-rekan blogger diindonesia, apabila ada kekhilafan selama ini, kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan dengan datangnya bulan suci ramadhan 1429 H ini kami mengucapkan :
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA
SEMOGA AMAL IBADAH KITA DITERIMA DISISI Allah Swt
FAKTA BLOGGER ANTI NARKOBA PONTINAK KALIMANTAN BARAT
M. SAHLAN /ADMIN BLOG FAKTA
HOIRIAH SH

DUA SEJOLI NARKOBA DAN AIDS
Dua Sejoli Narkoba dan Aids
Oleh : Kesehatan gigi
NADA (NArkoba Dan Aids) ya mungkin istilah ini yang bisa saya beikan untuk mempermudah saya dalam membuat artikel ini.
Hubungan yang kompak tidak selamanya berdampak positif, contohnya hubungan yang baik dan kompak antara Narkoba dan Aids.
Beberapa dari kita mungkin sangat prihatin akan perjalanan kedua pasangan kompak ini (Narkoba dan Aids), bagaimana tidak narkoba dan aids sudah merengut banyak nyawa dan kebahagiaan. Banyak generasi muda yang diambil masa depannya dan banyak orang tua yang kehilangan anak-anak mereka. Sebelum lebih jauh ada baiknya mengetahui kedua sejoli ini dengan lebih dekat, bukan maksud untuk lebih mendekatkan kita kepada NADA, namun mengetahui lebih dekat agar kita lebih dapet terhindar dari bahaya NADA ini.
NARKOBA
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari 'Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif'. Pada dasarnya Narkoba sangat membantu dalam dunis medis, narkoba biasanya dipakai untuk bius dalam tindakan operasi dan mengobati penyakit tertentu. Namun beberapa orang menyalahgunakan narkoba untuk mencari kenikmatan sesaat yang sangat berbahaya bagi tubuh dan merusak syaraf untuk pemakaian yang terus-menerus. Hingga kini penyebaran narkoba sepertinya sudah tidak dapat dibendung lagi. Pihak aparat kepolisian yang terus melakuakn pemberantasan penyalahgunaan narkoba dan memotong jalur distribusinya masih kewalahan karena pengedar dan pecandu narkoba masih terus bertambah dan mempunyai jaringan yang kuat. Dalam hal ini apakah kita akan berdiam diri melihat peredaran narkoba yang terus meluas? atau apakah kita rela salah satu dari angota keluarga kita mengambil kehidupan salah satu orang yang kita sayangi? Bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD pun banyak yang terjerumus narkoba.
Ada baiknya kita semua mengetahui jenis-jenis narkoba berikut beberpa jenis dari narkoba.
AIDSAIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang ditandai dengan rusaknya system kekebalan tubuh sehingga mudah diserang berbagai macam infeksi. AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Sampai saat ini belum dapat diketahui dengan pasti dari mana mulai berjangkitnya penyakit AIDS. Penyakit AIDS tidak ditularkan melalui kontak biasa, namun ditularkan melalui hubungan seksual, kontak dengan darah yang tercemar HIV dan melalui jarum suntik atau alat kedokteran lainnya yang tercemar HIV.
Sebaliknya AIDS tidak dapat ditularkan melalui gigitan serangga, minuman, atau kontak biasa dalam keluarga, sekolah, kolam renanng, WC umum atau tempat kerja dengan penderita AIDS. Remaja yang baru menginjak dewasa akan lebih mudah terserang AIDS karena pergaulan bebas yang tidak didasari dengan pengetahuan dan pemahaman yang jelas mengenai sex dan pemakaian jarum suntik yang tepat.
Hubungan antara Narkoba dan AIDS
Narkoba dan AIDS merupakan pasangan pembunuh yang kompak, beberapa kasus yang ernah terjadi mengindikasikan kalau hubungan narkoba dan AIDS terjadi pada pemakaian jarum suntik untuk pecandu secara bergantian. Hal ini terjadi karena kontak darah antara penderita AIDS dan calon penderita. Kondisi tubuh yang lemah akibat pemakaian narkoba akan mempercepat penularan AIDS. Oleh karena itu marilah bersama-sama kita mencegah penularan dan peredaran narkoba karena mencegal jauh lebih baik dari pada mengobati. Peran keluarga sangat dibutuhkan dan dukungan dari semua pihak akan lebih berarti dari pada mengandalkan phak aparat, tidak bermaksud meremehkan aparrat yang denga gigihnya memberantas peredaran narkoba, namun lebih jauh karena narkoba dan AIDS berasal dari lingkungan kita dan orang yang tau perma mungkn anda, nah apakah anda akan membiarkan kemerosotan melanda bangsa ini terus menerus?
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada blogger kesehatan gigi yang telah mengirimkan artikel ini
NARKOBA, MIMPI INDAH PENGHANCUR BANGSA
Sejarah Awal
Kurang lebih tahun 2000 SM di Samaria ditemukan sari bunga opion atau kemudian lebih dikenal dengan nama opium (candu = papavor somniferitum). Bunga ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi di atas ketinggian 500 meter di atas permukaan laut. Penyebaran selanjutnya adalah ke daerah India, Cina, dan wilayah-wilayah Asia lainnya
Tahun 1806 seorang dokter dari Westphalia bernama Friedrich Wilhelim menemukan modifikasi candu yang dicampur amoniak yang dikenal dengan nama Morphin (diambil dari nama dewa mimpi Yunani yang bernama Morphius). Tahun 1856 waktu pecah perang saudara di Amerika Serikat, morphin ini dipergunakan untuk penghilang rasa sakit akibat luka-luka perang.
Tahun 1874 seorang ahli kimia bernama Alder Wright dari London merebus cairan morphin dengan asam anhidrat (cairan asam yang ada pada sejenis jamur). Campuran ini membawa efek ketika diuji coba kepada anjing. Anjing tersebut memberikan reaksi yaitu : tiarap, ketakutan, mengantuk, dan muntah-muntah. Tahun 1898 pabrik obat Bayer memproduksi obat tersebut dengan nama Heroin, sebagai obat resmi penghilang sakit.
Saat ini, terdapat berbagai jenis obat yang serupa dengan morphin dan heroin, seperti kokain (ery throxylor coca) berasal dari tumbuhan coca yang tumbuh di Peru dan Bolivia. Biasanya digunakan untuk penyembuhan Asma dan TBC.
Kemajuan teknologi memungkinkan candu tersebut dijual dalam bentuk obat-obatan setelah diberi campuran-campuran khusus dan jenisnya pun bertambah banyak seperti extasy dan putauw.
***
Tahun ini, berjuta-juta remaja di Asia—terutama di Indonesia-- menggunakan narkoba. Menurut data UNDCP (United Nations Drug Control Program) lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia telah menyalahgunakan obat-obatan, mulai dari penyalahgunaan dengan cara penghirupan bahan-bahan kimia (dikenal dengan istilah “ngelem”) oleh anak-anak jalanan, lalu penggunaan ectasy di kalangan anak remaja dan sampai pecandu berat dari heroin (dikenal sebagai “putaw”).
Pengguna narkotika dan psikotropika dari tahun ke tahun bukannya berkurang tetapi semakin meningkat. Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba tidak dapat dihitung. Beberapa implikasi yang diakibatkan narkoba adalah; terkurasnya harta benda, meningkatnya biaya kesehatan, kekerasan yang terjadi di jalan-jalan, meningkatnya kriminalitas dan hancurnya sebuah masyarakat. Diperparah kemudian membuat seseorang hidup dalam dunia khayal dan menjadikannya seorang pengecut yang tidak berani menghadapi kenyataan hidup ini. Selain itu, menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh, ginjal, hati dan otak, karena barang-barang tersebut memperlambat kerja ginjal yang dapat menyebabkan koma dan kematian mendadak, dan efek terbesar orang tersebut akan mengenal dunia kejahatan, dunia gelap, perzinahan, dll.
Salah satu alasan meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak adalah kurangnya pendidikan dasar tentang narkoba baik di kalangan orangtua dan anak-anak. Terutama banyak orangtua tidak menyadari pengaruh narkoba yang ada di masyarakat dan bahaya yang dihadapi anak-anak setiap harinya. Penelitian menunjukkan bahwa banyak kepercayaan/pengetahuan anak-anak dibentuk dari apa yang diajarkan kepada mereka pertama kalinya di rumah. Selanjutnya pengetahuan inilah yang membekali mereka untuk ‘melawan’ arus masyarakat lingkungan sekitarnya (seperti : teman, film, bintang-bintang olahraga atau kehidupan selebriti). Jika pedoman atau bekal dari orangtua gagal memperlengkapi anaknya, maka akan sulit anak-anak menghadapi tantangan yang ditawarkan oleh para pengedar atau pecandu narkoba, yang pada akhirnya menyebabkan kesusahan dan keterikatan seumur hidup.
Hukum Islam
Islam memandang narkoba sebagai sesuatu yang menyebabkan kerusakan pada diri seseorang karena memabukkan. Untuk itu Islam mengharamkan narkoba sebab dianalogkan (diqiyaskan) dengan khamar. Sebagaimana hadis Rasulullah “Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap khamar adalah haram (HR. Muslim)”. Pada awal berdirinya, Islam memang tidak melarang khamar. Sebab mengkonsumsi khamar sudah menjadi budaya bangsa Arab. Namun, dalam perjalanannya Islam mengharamkan khamar setelah melihat banyak sekali kemudlaratan yang dihasilkan bila seseorang mengkonsumsinya. Gambarannya terbingkai dalam ayat suci alquran “ Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar dan manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya (QS. 2:219)”.
Pada zaman Rasulullah pernah terjadi peristiwa, ada seorang sahabat yang menjadi imam shalat tapi dalam keadaan mabuk. Ketika membaca ayat-ayat alquran ia melakukan kesalahan bacaan yang meyebabkan rusaknya shalat. Setelah peristiwa ini, maka turunlah ayat yang melarang orang melakukan shalat dalam keadaan mabuk. Dalam pengharaman khamar Islam melakukannya secara bertahap. Ayat yang pertama kali diturunkan adalah mengenai manfaat dan madlarat dari khamar (QS. 2:219), lalu secara tegas Allah melarang mabuk tetapi itu pun belum tuntas , karena larangannya terbatas pada waktu menjelang shalat (QS. 4:43), dan yang terakhir menyangkut penegasan larangan minuman keras/khamar untuk sepanjang masa (QS. 5:90). Alquran memang menempuh pentahapan dalam menetapkan hukum-hukumnya yang berkaitan dengan tuntutan dan larangan mengerjakan sesuatu, berbeda dengan tuntutan dan larangan yang berkaitan dengan akidah kepercayaan.
***
Melihat kenyataan di atas, maka perlu adanya strategi yang baik untuk menanggulangi masalah narkoba yang sudah menggurita di negeri ini. Kerja sama semua segmen bangsa perlu terjalin secara simultan. Pemerintah harus menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam penyebaran narkoba di negeri ini tanpa pandang bulu. Tidak seperti kasus di Lampung, dimana ada pengguna narkoba hanya dikenai penjara 2 bulan, padahal dalam UU Psikotropika pasal 59 ayat 1 hukuman bagi pengguna, produsen, pengedar paling singkat 4 tahun, tapi ternyata hanya 2 bulan pelaksanaannya. Sedangkan, masyarakat di level bawah pun harus jeli dengan pengedar dan pemakai dilingkungan sekitarnya. Keluarga adalah faktor terpenting dalam “menggawangi” seseorang dari jeratan narkoba. Sebab narkoba sudah merasuk ke seluruh sendi-sendi masyarakat mulai dari pelajar tingkat dasar, menengah sampai mahasiswa. Kita tidak menginginkan generasi penerus bangsa adalah generasi yang terkontaminasi dengan narkoba. Generasi negeri ini harus diselamatkan dari buaian “mimpi indah” secepat mungkin. “Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. 66:6). Waallahu A’lam.
Sumber : Ubaidillah Sadewa
Mahasiswa Pemikiran Politik Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Alumnus PP Nurul Huda Sumberwudi Lamongan Jawa Timur dikutip dari :mimbar masjid tripod.com
COMPUTER BASE TRAINING

Pontianak. Udara di ruang Laboratorium Komputer SMTIK Pontianak sebenarnya cukup dingin. Akan tetapi tidak cukup mendinginkan otak para peserta yang sedang memanas. Tampak beberapa peserta mengernyitkan dahi. ”Salah lagi, salah lagi” guman salah satu peserta. Itulah suasana pelatihan tindak pidana narkoba dan pencucian uang berbasis komputer (Computer Based Training) yang diselenggaraan oleh Badan Narkotika Propinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional tanggal 4 sampai 6 Maret 2008.
Seorang peserta mengungkapkan ini adalah pelatihan yang luar biasa. ”Belasan tahun saya bertugas di kepolisian, belum pernah saya mengikuti pelatihan seperti ini, ini menarik dan lain dari yang lain”, tambahnya.
Pelatihan ini sendiri dibuka oleh Brigjen Pol Arif Sumarwoto, Kapus Gakkum Lakhar BNN mewakili Kalakhar BNN, sedangkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat selaku Ketua BNP Kalbar, Christiandy Sanjaya, SE, MM hadir memberikan sambutan. Hadir pula Kapolda Kalbar, Pejabat Utama Polda Kalbar dan Pejabat BNP Kalbar sebagai undangan. Dalam sambutannya Ketua BNP Kalbar mengharapkan pelatihan ini dapat memberi manfaat bagi para petugas di lapangan dalam melaksanaan tugas supaya lebih profesonal.
Computer Based Training sebetulnya bukan hal baru, tapi memang belum banyak yang menggunakannya, khususnya di lingkungan pemerintahan. Pelatihan ini menarik karena menggunakan visualisasi komputer, yang membuat peserta bahkan lupa makan siang. Untuk pelatihan kali ini instruktur dari BNN memberikan 9 modul bagi para peserta, antara lain pengantar intelijen, pemeriksaan mobil, pengenalan prekusor dan pencucian uang.
(SUMBER RESMI BNP KALIMANTAN BARAT OLEH : BPK. S. NAINGGOLAN A.Md)
